Robot Terbang Mini Pertama

Para peneliti Amerika Serikat (AS) mengungkapkan robot terbang seukuran lalat rumah yang bisa melakukan gerakan rumit serangga yang ada di mana-mana itu. Robot terbang mini pertama itu memberi peluang bagi para peneliti untuk mempelajari cara terbang alamiah serangga terbang paling kecil tersebut, demikian menurut hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science.

Robot mungil itu bobotnya hanya 80 miligram dan berukuran sekitar separuh klip kertas. Dua sayapnya yang setipis wafer bergerak hampir tak terlihat dengan kecepatan 120 kali per detik. Dalam ujicoba terbang, robot tersebut dapat terbang selama lebih dari 20 detik tanpa pernah terlihat hampir jatuh.

Demonstrasi penerbangan terkendali perdana dari robot seukuran serangga itu adalah puncak dari pekerjaan satu dasawarsa lebih yang dipimpin oleh para peneliti dari Harvard School of Engineering and Applied Sciences (SEAS) dan Wyss Institute for Biological Inspired Engineering di Harvard University. Ini lah yang telah saya usahakan selama 12 tahun belakangan, kata Robert J. Wood, Profesor Rekayasa dan Ilmu Terapan di SEAS di laman Harvard School of Engineering and Applied Sciences.

"Hanya karena terobosan laboratorium dalam pembuatan, bahan dan rancangan, sehingga kami bisa mencoba ini. Dan itu berhasil, sungguh luar biasa," kata dia seperti dikutip Xinhua. Untuk membuat robot sekecil itu dengan sayap yang berkepak, para peneliti harus menggunakan pendekatan non-tradisional. Sayap-sayap itu dibuat dari bahan khusus piezoelektrik yang dapat mengubah arus listrik menjadi tekanan mekanik.

Robot itu juga harus tetap terhubung dengan sumber arus listrik kecil melalui kawat sebab tak ada cairan yang tersedia untuk penyimpanan energi yang cukup kecil untuk dipasangkan pada badan robot itu. Yang menarik, robot kecil terbang tersebut mengkonsumsi listrik 19 miliwatt selama penerbangannya, kurang-lebih sama dengan yang dilakukan serangga terbang sesungguhnya.

Menurut para peneliti, keberhasilan penerbangan robot lalat itu memperlihatkan kelayakan penerbangan serangga terbang tiruan terutama Diptera dalam bentuk dan fungsi serta memotivasi studi masa depan dalam bidang miniatur listrik, penginderaan dan teknologi komputasi.

Staus Gunung Guntur

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono merilis sejumlah gunung yang berstatus berbahaya di Indonesia. Gunung Guntur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, naik statusnya menjadi Waspada. Dalam rilis itu, Surono mengatakan bahwa aktivitas Gunung Guntur meningkat sejak Selasa sore, 2 April 2013, pukul 17.00 WIB. "Statusnya dinaikkan dari normal menjadi Waspada terhitung sejak pukul 17.00," kata Surono.

Dalam rekaman PVMBG, kata Surono, tremor secara terus menerus di atas rata-rata, yakni amplituda rata-rata 10-15 mm. "Amplituda tersebut terekam sejak pukul 07.00 WIB," katanya. PVMBG meminta masyarakat di sekitar Gunung Guntur, untuk tidak melakukan aktivitas pada dua  kilometer dari puncak gunung. "Kami juga akan terus memantau perkembangan dan pergerakan tremor di gunung guntur tersebut," papar Surono.

Sejauh ini, belum ada pengumuman resmi dari Pemerintah Kabupaten Garut, terkait meningkatnya status gunung Guntur dari aktif normal menjadi waspada. Kepala BPBD Garut, Djatdjat Munadjat saat dihubungi wartawan melalui telepon genggamnya masih sibuk.

Sapi Tarik Mobil BMW

Seorang pemilik BMW seri 1 cabriolet di Qiangdao, Shandong, China melakukan aksi protes dengan menyewa sapi seharga 1.000 yuan atau Rp1,5 juta, untuk menarik mobil mewah miliknya.

Hal tersebut dilakukan karena kecewa terhadap dealer di kotanya, yang tidak bisa memperbaiki BMW tersebut. Padahal perbaikan sudah dilakukan berulang-ulang. Dengan menggunakan seekor sapi, sang pemilik ingin menunjukan bahwa mobil asal Jerman itu tidak ada bedanya dengan gerobak para petani di China.

Selain itu, si pemilik yang tidak disebutkan namanya juga bermaksud membuat malu dealer tersebut. Saat dihadapi mobil impor seperti BMW 1-series cabriolet, mereka justru tidak mampu memperbaiki. Di China, mobil premium BMW seri 1 cabriolet dilepas dengan harga 368.000 yuan atau Rp572 juta.

Baca juga: Iconia PC tablet dengan Windows 8 By Kanghari

Simon Terkena Virus Gondongan

Turnamen Korea Open Super Series Premier menjadi laga pembuka tahun 2013. Indonesia menarik sejumlah pemain-pemainnya dari turnamen tersebut dengan berbagai pertimbangan. Pada nomor tunggal putra, Simon Santoso batal tampil karena penyakit yang dideritanya belum sembuh benar. Simon terkena virus gondongan saat menghadiri turnamen French Open Super Series 2012 di Paris. Dampak dari penyakit ini ternyata cukup panjang, hingga ia masih harus absen di dua turnamen awal tahun tersebut.

"Simon belum 100 persen pulih, masih ada virus di dalam tubuhnya. Jika pengobatannya tidak tuntas maka akan makin parah. Jadi lebih baik fokus di penyembuhan dan absen di Korea dan Malaysia," kata pelatih tungal putra pelatnas, Agus Dwi Santoso seperti dikutip situs PBSI.

Pasangan ganda campuran juara Osaka International Challenge 2012 Riky Widianto/Richi Puspita Dili juga batal tampil pada turnamen kelas premier berhadiah total 1 juta dolar AS ini. Riky mengalami cedera yang membuatnya tak dapat bermain maksimal. "Saya cedera pada lutut kanan, sepertinya kena saat tanding di Macau Open. Saat ini sudah membaik, tapi belum bisa ikut Korea Open," ungkap Riky ketika dikonfirmasi soal absennya ia dan Richi.

Pasangan ganda putra Angga Pratama/Rian Agung Saputro dan Bona Septano/Afiat Yuris Wirawan juga mengundurkan diri. Indonesia hanya akan mengirimkan tiga wakilnya yaitu pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Markis Kido/Alvent Yulianto Chandra dan Yonathan S Dasuki/Hendra Aprida Gunawan.

"Persiapannya masih kurang, harus banyak latihan lagi" ujar Herry IP mengenai batalnya Angga/Rian dan Bona/Afiat di Korea. Selain itu, pasangan ganda putri Anneke Feinya Agustine/Nitya Krishinda Maheswari dan Tiara Rosalia Nuraidah/Gebby Ristiyani Imawan serta pemain tunggal putri Aprilia Yuswandari juga mundur dari turnamen ini. Nitya mengalami cedera karena kelainan tulang ekor, hingga kondisinya belum kembali pulih. Sementara Tiara/Gebby dan Aprilia masih harus menjalani latihan yang lebih intensif lagi.

Wilayah Indonesia

Wilayah Indonesia dikepung tiga pola tekanan rendah. Salah satunya sudah meningkat intensitasnya menjadi siklon tropis Wukong di Samudra Pasifik sebelah utara Papua atau perairan timur Filipina. Dua bibit siklon ada di Samudra Hindia barat daya Sumatera dan selatan Nusa Tenggara Barat. Kejadian ini menimbulkan gangguan cuaca untuk beberapa hari ke depan.

”Banyaknya uap air akibat tingginya suhu muka air laut membuat pola tekanan rendah dan siklon,” kata Kepala Subbidang Siklon Tropis pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab. Pusat Peringatan Siklon Tropis (Tropical Cyclone Warning Centre) Jakarta menyebutkan, posisi Wukong Selasa pukul 07.00 berada pada 10,1 derajat Lintang Utara dan 128,8 derajat Bujur Timur, sekitar 1.040 kilometer sebelah timur laut Bitung.

Kecepatan angin maksimum yang ditimbulkan mencapai 65 kilometer per jam. Pusat siklon bergerak ke arah barat dengan kecepatan 20 kilometer per jam. Dampak Wukong meningkatkan intensitas hujan di Papua bagian utara, Maluku Utara bagian utara, Kalimantan Timur bagian timur laut, Kalimantan Selatan bagian timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat bagian timur. Gelombang laut di atas 4 meter berpeluang terjadi di perairan utara Halmahera, timur Filipina, dan Samudra Pasifik utara Halmahera.

”Wukong di utara ekuator, sedangkan posisi matahari sekarang berada di selatan ekuator. Seharusnya musim siklon tropis saat ini ada di selatan ekuator,” kata Fachri. Kepala Pusat Informasi Meteorologi Publik BMKG Mulyono Prabowo mengatakan, hujan lebat diperkirakan awet hingga pekan depan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta dan sekitarnya. Hal ini karena pengaruh pertemuan dua arah angin, selatan dan utara, hingga terbentuknya dua pusat tekanan rendah di selatan ekuator.

”Pertemuan dua arah angin membentuk garis konvergensi dari Samudra Hindia di sebelah barat daya Sumatera hingga selatan Kalimantan menuju selatan Sulawesi,” kata Mulyono.

Bencana

Garis konvergensi inilah yang memicu pertumbuhan awan di Sumatera bagian barat, Jawa bagian barat, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan. Kurangnya daya dukung lingkungan akan mengakibatkan bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Seperti dinyatakan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, hujan deras pada Senin lalu setidaknya mengakibatkan banjir dan longsor di Sumatera Barat mencakup Kabupaten Solok Selatan, Pasaman, Agam, dan Tanah Datar. Kejadian longsor di Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kabupaten Solok Selatan, dilaporkan mengakibatkan tiga korban meninggal.

Hujan deras hari Senin itu juga menimbulkan banjir bandang dari Sungai Laju dan Sungai Silo di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 567 keluarga (2.085 orang) mengungsi karena rumah mereka terendam banjir.

Solusi Mobilitas Teraman

Melalui kemitraan lokal dan global  Samsung menyediakan solusi mobilitas teraman dengan kinerja tinggi pada platform Android sehingga akan mudah dioperasikan dengan pemasok manajemen perangkat Mobile Device Management, keamanan VPN, dan teknologi keamanan mobile lainnya yang akan memberikan pengalaman sekaligus memberikan nilai keamanan lebih bagi data aset perusahaan. Selain di bidang pendidikan, solusi mobilitas lain yang telah dikembangkan dan telah diterapkan oleh mitra di industri lainnya adalah solusi mobilitas untuk transportasi dan fleet management, manajemen logistik, serta pengelolaan email.

Setelah mejalin kemitraan dengan PT Holcim Indonesia Tbk., PT Malifax Indonesia dan Sejahtera Group dalam penerapan solusi mobilitas, kali ini PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) menggandeng National High Jakarta School (NHJS) dalam menyediakan solusi terintegrasi untuk pengajaran dan pembelajaran. Melalui kerja sama ini diharapkan  akan memberikan pengalaman berbeda dalam pembelajaran dan pengajaran, seperti pengembangan dua solusi utama, yaitu Interactive Class Solution (ICS) dan mobile-Learning Management System(m-LMS) yang memungkinkan siswa untuk menerima pelajaran melalui gadget Galaxy Note 10.1 dan para guru dapat berbagi pelajaran melalui e-board.

Menurut Kanghyun Lee, EBD & CE Business Vice President SEIN, yang dikembangkan untuk NHJS merupakan salah satu solusi dari komitmen Samsung untuk terus menciptakan dan melayani klien dengan solusi bisnis yang sesuai dengan bisnis ataupun kebutuhan. ICS dan m-LMS akan membantu para guru dan siswa agar kegiatan belajar mengajar bisa lebih interaktif. “Kami berusaha memberikan solusi mobile terintegrasi dan aman bagi perusahaan dari berbagai industri dalam menjawab beragam kebutuhan mereka untuk menjalankan kegiatan usaha mereka secara mobile dengan menggunakan Samsung Galaxy Note 10.1,” ujar Kanghyun.

Apalagi solusi yang dirancang untuk NHJS merupakan salah satu solusi yang dikembangkan oleh  Samsung Enterprise Mobility bagi mitranya dalam menjawab kebutuhan para pelaku usaha yang memerlukan mobilitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. Menurut  Yiu, Chairman Board of Governors NHJS, solusi ini memungkinkan para guru dan siswa untuk belajar dan mengajar menggunakan fitur-fitur utama, seperti Lecture Management, Screen Share, Control Share, Monitoring and Q&A,dan Test. Sedangkan m-LMS memungkinkan mereka untuk mencoba fitur-fitur Open Lecture, Share Contents, WIKI, Assignment, Test and Survey, serta Additional Survey.